Halaman

Jumat, 26 Februari 2016

Donasi #BIPKadoTahunBaru

Rumah Baca Pelangi. Penyerahan donasi buku dari BIP#KadoTahunBaru via Gramedia sebanyak 200 judul buku buat TBM Rumah Pelangi. Team Gramedia Solo langsung bertandang ke Rumah Pelangi sekaligus penyerahan buku. Semoga buku yang di donasikan memberi kemanfaatan bagi masyrakat sekitar untuk membawa kemajuan di dunia literasi



Kamis, 14 Januari 2016

Donasi Buku dari Dwi Kurniawan (Jakarta)

Rumah Baca. Alhamdulillah Selalu saja ada manusia berhati malaikat.hari ini Rumah Pelangi mendapat kiriman donasi buku dari Jakarta. Terimakasih kepada Bapak Dwi Kurniawan yang telah memberikan donasi buku kepada Rumah Baca Pelangi. Semoga menjadi amalan yang menghantarkan ke surga kelak..


Jumat, 01 Januari 2016

Donasi dari Dwi Kurniawan

Selalu saja ada manusia berhati malaikat. Tetiba sore hari, ada yg masuk ke WA. Lagi-lagi dari entah berantah yang tidak saya kenal sama sekali, berbaik budi untuk memberi donasi ke Rumah Pelangi. Semoga menjadi amal pemberat untuk masuk ke surganya kelak. Amiin...

Kamis, 03 Desember 2015

Nonton Fim Bareng


Tak hanya sekadar membaca, di Rumah Pelangi juga ada `NonBar` alias nonton bareng yang seru dan asyik buat anak-anak, sebuah kreatifitas belajar buat mereka

Mentradisikan Budaya Baca

Tiap hari Rabu dan Jumat Rumah Pelangi riuh oleh anak-anak yang belajar mengeja huruf hijaiyah, mereka penuh semangat meskipun harus berdesakan karena kapasitas tempat yang kini semakin menyempit karena yang datang terus bertambah.

Ada upaya dari kami selaku pengelola Rumah Pelangi untuk mencoba mentradisikan budaya baca kepada para santri cilik tersebut, sekaligus membangun kedekata emosional anak dan kedua orang tua mereka melalui buku.

Tiap hari Jumat, kita pilih sebagian dari mereka untuk kita pinjami buku, lantas kita minta kepada orang tua mereka di rumah untuk membacakan atau mendngengkan buku tersebut di rumah. Sebuah gerkan budaya baca dari kampung...



Selasa, 13 Oktober 2015

Donasi komputer

Trimakasih, buat manusia berhati malaikat, Rumah Baca Pelangi tahun ini mendapat donasi seperangkat komputer. Semoga menjadi amal kebaikan yang dicatat oleh Allah SWT. Amiin...

Baca Tulis Qur`an tuk Ibu-ibu

Tak mau ketinggalan, karena permintaan masyrakan sekitar, di penghujung tahun 2015 ini, Rumah Pelangi menambah kelas, yang semula kelas TPQ hanya tuk anak-anak, kini bertambah tuk kalangan ibu-ibu. Doakan semoga bisa istiqomah yaa....

Baca Tulis Qur`an tuk Anak-anak

Di penghujung tahun 2015 ini, Rumah Pelangi menghadirkan sebuah kegiatan baru, tentu tidak terlepas dari kegiatan baca dan tulis. Ya, tahun ini Rumah Baca Pelangi membuka program kelas baca tulis Qur`an tuk anak-anak. Doakan semoga bisa istiqomah yaa....

Rabu, 26 Agustus 2015

Merintis pesantren berbasis penulisan dan peternakan di Rumah Pelangi



Alhamdulillah Rumah Pelangi masih istiqomah bergeliat dalam dunia literasi.meski harus berjalan terhuyung,tapi kadang bisa berdiri tegak,bahkan membusungkan dada.

Aneka rupa kegiatan yg berbau literasi selalu kita coba hadirkan di dalam Rumah Pelangi.ada kelas gambar,kelas menulis,bedah film,musikalisasi puisi dan kegiatan lain yg beririsan dengan literasi
Di tahun 2015 ini,kami.mencoba meracik dan menyusun puzle masa depan. Kami ingin merintis dan menghadirkan nuansa pesantren namun berbalut suasana literasi.

Kami pun memutar otak,mulai bulan ini (agustus 2015), akan mengadakan TPA bagi anak2 (meski bapak2 sudah ada duluan). Sebuah upaya rintisan pesantren impian dari hal kecil apa yg bisa kami lakukan.apa bedanya TPA (baca: belajar mengaji). Prinsipnya sama,kami menggunakan metode iqro.tapi yg membedakan,tiap akhir pekan anak2 akan kita pinjami buku cerita tuk dibawa pulang,lantas bapak/ibu mereka kita minta tuk menceritkan kisah dalam buku tersebut di rumah.berharap membangun kedekatan anak dan ortu dengan buku.pertemuan minggu depan,anak2 kita minta bercerita apa yg telah diceritakan ortu mereka.

Ya,literasi dari Rumah Pelangi yg akan melibatkan keluarga.
Dengan konsep yg sangat sederhana, setia pada proses, berjalan setapak demi setapak, dan konsep2 lainnya yg terus akan kita gulirkan.

Senin, 24 Agustus 2015

Penumpang Gelap di TBM





TBM tanpa ruh literasi memang bakal terasa sangat berat, untuk bisa bergeliat dan terus bernafas. Berbagai jalan ditempuh, meski tanpa kucuran dana dari pemerintah, tetapi akan terus ada manusia berhati malaikat yang tak terduga yang akan muncul tiba-tiba.

Tapi, seyogyanya pemerintah hadir membersamai geliat taman baca yang tumbuh bak cendawan, meski tidak dipungkuri ada penumpang gelap yang hanya ujung-ujungnya mencari dana proyek.

Dari pengamatan saya, TBM mandiri lebih bisa bertahan hidup, karena mereka sudah terbiasa bergerilya dengan segala upaya dan nyawa cadangan mereka. 

Banyak TBM yang hanya sekedar tempelan dan pelengkap lembaga yang sudah berdiri. Saya salut dengan semangat para pejuang TBM mandiri dengan kreatifitas di jalan sunyi, mereka bisa hidup meski harus tersedak-sedak.

Peran FTBM lah yang seharusnya memvalidasi TBM mana yang bisa dikucuri dana oleh pemerintah. Bukan TBM yang lewat pintu belakang tapi miskin kegiatan dan tak tahu dunia literasi. Semoga…salam literasi

Selasa, 18 November 2014

Pembangunan Pendopo Rumah Pelangi



Tak terasa perjalanan Rumah Pelangi begitu indah, ada tawa yang bersahaja, ada air mata rindu terhimpit . Dipenghujung tahun 2014 ini, menjadi salah satu momentum yang penting dalam fase perjalanannya. Yakni pembuatan Pendopo Rumah Pelangi. Mohon doa, semoga pembangunan ini lancar dan bisa segera selesai. Bagi teman-teman yang berhati malaikat, longgar hati, jiwa dan rupiah. Kami membuka donasi untuk pembangunan Pendopo tersebut. Silahkan hubungi kami di 0822 2655 4986/0815 6766 4986



Kamis, 18 September 2014

Buku Baru



Alhamdulillah, disela-sela membersamai Rumah Pelangi, masih bisa menyempatkan untuk terus berkarya. Buku Motifasi ini semoga bisa menghentak dinding pertahanan orang-orang yang selama ini berada di zona nyaman agar keluar dan bisa Move Up  untuk beranjak naik kelas, karena SUKSES itu butuh NYALI!


Jumat, 12 September 2014

Mendirikan TBM?


“Mas, cara mendirikan TBM itu gimana?”
Acap kali saya mendapatkan pertanyaan dari berbagai orang, baik via fb ataupun SMS. Seakan mendirikan TBM itu suatu yang rumit bin susah bingitz. Bagai saya, yang susah itu bukan bagaimana mendirikan TBM. Tetapi, bagaimana merawat serta membersamai tumbuh kembangnya TBM, karena menjaga TBM butuh nafas panjang. Tak sekedar tarik nafas yang dalam, kemudian melepaskan, dan selesai begitu saja. Bahkan kadangkala nafas kita harus tersengal-sengal untuk menghidupkan TBM.

TBM bukan tempat seremonial ketika dibuka atau diresmikan saja, namun harus ada ruh literasi di dalamnya. Untuk bisa menghadirkan ruh tersebut memang butuh itikad yang kuat dan harus datang dari lubuk hati yang dalam. TBM yang jauh dari ruh literasi, mereka akan menguap suatu saat.

Alih-alih, TBM hanya sekedar untuk mencari proyek , atau untuk menaikan credit point.  Membersamai dunia literasi memang sepi dari riuh tepuk tangan, juga tidak ada hingar bingar seperti dunia politik. Bahkan sepi dari kawan, karena aktifitas jalan sunyi ini tak dilirik dan diminati. Namun, ada tugas agung yang teremban disana, karena bangsa yang beradab dilihat dari sejauh mana tingkat literasinya. 

Bagi saya, para pejuang TBM atau gerakan literasi lainnya (dalam bentuk apapun) adalah para gerilyawan peradaban yang sedang menyusun mozaik peradaban bangsa ini. Entah, mozaik ini akan terkumpul dikala nafasnya masih ada, atau akan terbentuk oleh generasi dibawahnya kelak, bahkan anak cucunya. Mereka sadar, bisa jadi yang akan menikmati adalah bukan mereka, tetapi anak-anak Indonesia di masa depan. Mari wariskan peradaban literasi. Salam…

Aries Adenata
Presiden Rumah Pelangi